MI Al Raudlah MI Al Raudlah Author
Title: Pentingnya Imunisasi Campak Pada Anak Sekolah
Author: MI Al Raudlah
Rating 5 of 5 Des:
Campak jika dibiarkan bisa mengakibatkan radang paru-paru atau bahkan radang otak. Inilah mengapa pentingnya imunisasi campak pada anak...
Pentingnya Imunisasi Campak Pada Anak Sekolah
Campak jika dibiarkan bisa mengakibatkan radang paru-paru atau bahkan radang otak. Inilah mengapa pentingnya imunisasi campak pada anak, yaitu agar pencegahan dapat dilakukan, dan jika terkena campak efek dari penyakit tersebut tidak terlalu parah.
Campak merupakan salah satu jenis penyakit menular penyebab berbagai komplikasi. Penyakit ini banyak terjadi di kalangan balita dan anak pra-sekolah ini berpotensi menyebabkan wabah dan kejadian luar biasa (KLB) serta menyebabkan kematian.
Penyakit campak merupakan infeksi virus Paramyxovirus yang sangat menular. Gejalanya ditandai dengan demam, batuk, peradangan selaput ikat mata (konjungtiva) dan ruam kulit. Tanpa imunisasi, wabah campak akan terjadi dalam kurun waktu dua-tiga tahun terutama pada anak usia pra sekolah.

Buat Apa Vaksin Campak?
Setidaknya, menurut Prof. Sri Rezeki, SpA dalam Buku Saku Imunisasi, ada dua alasan mengapa seorang anak perlu vaksinasi:
  1. Imunisasi adalah upaya yang aman dan sangat efektif dalam mencegah penyakit infeksi, contohnya campak. Keuntungan imunisasi jauh lebih besar bila dibandingkan resiko imunisasi yang sangat kecil.
  2. Jika cukup banyak orang yang mendapat imunisasi maka akan terbentuk kekebalan kolektif (herd immunity). Jika semua orang kebal terhadap infeksi virus campak, maka virus campak tidak akan lagi memiliki inang (host) untuk berkembang biak. Harapannya suatu saat virus campak akan "punah" seperti virus cacar dan polio.
Jadi imunisasi adalah sebuah upaya melindungi diri sendiri dan orang lain. Jika ada orang yang menolak vaksinasi, itu artinya dia tidak hanya mencelakai dirinya atau anaknya sendiri, tetapi juga mencelakai orang lain disekitarnya.

Infeksi Virus Campak
Virus campak diharapkan dapat tereliminasi di Indonesia pada tahun 2018. Berbagai program dilakukan kementerian kesehatan untuk mewujudkannya, dengan cara mengupayakan program vaksinasi campak yang merata dan berkesinambungan.
Campak atau measles atau morbili adalah penyakit yang berbahaya, dan celakanya sekaligus penyakit yang sangat menular. Virus ini memiliki virulensi yang sangat hebat sehingga sangat mudah menimbulkan wabah.
Gejala yang muncul diawali dengan demam tinggi, pilek, mata merah, batuk, ruam kulit, dan dapat disertai diare. Komplikasi yang sering muncul adalah pneumonia (6%), radang otak (0,1%). Infeksi virus campak dapat menyebabkan kematian dan kecacatan menetap.

Vaksin Campak
Masih dalam Buku Saku Imunisasi yang ditulis Prof. Sri Rezeki, SpA, dijelaskan bahwa pemberian vaksin campak pada umur 9 bulan satu kali ternyata tidak dapat mencegah penyakit campak. Diperlukan vaksinasi kedua pada umur 2 tahun dan saat masuk sekolah umur 5-6 tahun. Jika vaksinasi saat kecil belum lengkap, pemberian vaksin campak dapat diberikan di sekolah.
Vaksin campak dapat diberikan tersendiri atau bersama vaksin lain dalam bentuk kombinasi MMR (measles, mump, rubella).
Vaksin campak berisi virus campak hidup yang dilemahkan. Jadi, efek samping yang mungkin timbul selain demam, kadang-kadang timbul ruam kulit. Efek samping tersebut akan terjadi 5-7 hari setelah vaksinasi, sesuai dengan masa inkubasi penyakit campak alami. Walaupun demikian, efek samping vaksin campak jauh lebih ringan dibandingkan dengan penyakitnya.

Vaksin MMR
Pemberian vaksin MMR dapat mencegah 3 penyakit infeksi: campak, gondongan dan rubela. MMR diberikan pada anak umur 12 bulan dan umur 4 tahun. Pada anak yang telah mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, MMR tetap dapat diberikan. Jika MMR telah diberikan dua kali, maka booster vaksin campak umur dua tahun dan lima tahun tidak perlu diberikan.

Wabah Campak dan Masalah Kultural Kita
Virus campak adalah virus yang sangat menular dan mudah menimbulkan wabah. Jalur penularannya yang melalui udara menjadi alasan mengapa virus ini sangat menular. Beberapa laporan terakhir menyebutkan telah terjadi peningkatan angka kejadian campak di beberapa daerah di Indonesia.
Salah satunya adalah laporan akun facebook @Piprim Basarah Yanuarso, yang mengingatkan perihal banyaknya kemunculan kasus campak berat di usia Taman Kanak-Kanak (TK). Dalam akun facebook yang diposting pada 25 November 2015 itu disebutkan:
Hati-hati banyak muncul kasus campak berat pada anak usia TK.... Di sekolah TK pasien ini ada 10 anak yang tertular campak...dan anak ini belum mendapat vaksinasi ulangan campak usia 2 tahun dan 5 tahun...
Salah satu komplikasi campak adalah pneumonia dan radang otak...
Ayo segera vaksinasi ulangan campak usia 2 tahun dan 5 tahun atau bisa dg vaksin MMR usia 15 bulan dan diulang usia 5 tahun
Tak cukup hanya vaksinasi campak usia 9 bulan
 Banyak orang tua yang seringkali melewatkan periode imunisasi pada anaknya. Faktor kelalaian inilah yang akhirnya membuat banyak anak Indonesia rentan terhadap berbagai jenis penyakit, seperti campak. Alasan orang tua tidak mengimunisasi anaknya antara lain karena khawatir efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi/KIPI), isu obat imunisasi tidak halal dan karena tidak paham dampak bila anak tidak diimunisasi.
Padahal menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan RI, vaksin campak sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin itu juga aman, meski bisa menimbulkan reaksi pada sedikit anak, jarang yang serius, paling-paling ruam kulit ringan, demam ringan atau pilek.  Resiko tidak diimunisasi lebih besar daripada bila diimunisasi. Jika di suatu daerah 100% anak diimunisasi campak, sebenarnya efektivitasnya hanya 85%, karena 15% anak kebal terhadap imunisasi.
Namun, bila kesadaran akan pentingnya imunisasi campak turun, maka tingkat penyebaran wabah campak akan semakin tinggi. Ini berarti jumlah anak yang berpotensi menyebarkan wabah campak kepada teman-temannya pun semakin tinggi!
Virus campak yang mudah menular lewat percikan ludah di udara saat orang batuk atau bersin, dan  berpindah dengan mudah di tempat-tempat umum, seperti bandara, pelabuhan, lalu menyebar ke mal, pusat rekreasi, dan akhirnya bisa juga ke rumah Anda!
Jadi, selagi bisa sebaiknya penyakit campak harus kita cegah dengan melakukan imunisasi campak saat usia bayi 9 bulan dan imunisasi ulangan di usia 6 tahun. .

Sumber:


http://dokterpost.com/vaksin-campak-booster/
http://pondokibu.com/pentingnya-imunisasi-campak-pada-anak.html


Reaksi:

About Author

Advertisement

Posting Komentar

 
Top
 
Selamat datang di Web Resmi Madrasah Ibtidaiyah Al Raudlah....... Terima Kasih Atas Kunjungan Anda........