MI Al Raudlah MI Al Raudlah Author
Title: Memaksimalkan Metode Presentasi dalam Proses Pembelajaran
Author: MI Al Raudlah
Rating 5 of 5 Des:
Tidak ada satu pun metode pembelajaran yang cocok di segala kondisi. Namun demikian, sebuah metode sangat mungkin bisa menjadi solusi ...
Memaksimalkan Metode Presentasi dalam Proses Pembelajaran

Tidak ada satu pun metode pembelajaran yang cocok di segala kondisi. Namun demikian, sebuah metode sangat mungkin bisa menjadi solusi untuk mengatasi problem-problem pembelajaran di kelas. Di titik ini, kebutuhan peserta didik menjadi poros utama bagi guru untuk menentukan sebuah metode pembelajaran yang pas dalam kondisi tertentu.
Dalam teori kepribadian, Abraham Maslow mengemukakan hierarki kebutuhan manusia yang diarahkan pada perkembangan seorang anak. Ada 5 kebutuhan yang dijelaskan Maslow dalam teorinya itu. 5 kebutuhan tersebut adalah: kebutuhan fisioligis; kebutuhan keamanan; kebutuhan cinta, sayang, dan kepemilikan; kebutuhan self-esteem (harga diri); dan kebutuhan aktualisasi diri.
Dalam praktiknya, setiap peserta didik pasti ingin menampakkan dirinya dalam pembelajaran di kelas. Tetapi kenyataan di lapangan, sebagian besar rasa malu, tidak percaya, dan minder masih kerap menyelimuti mereka sehingga keinginan untuk mengeaktualisasikan diri menuai resistensi. Bagaimanakah guru dalam mengatasi problem mereka ini?
Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi problem psikologis di atas adalah memaksimalkan metode presentasi untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri para peserta didik. Selain bisa menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi, metode presentasi memberikan kesempatan kepada mereka untuk berimprovisasi menjelaskan materi apa yang telah dipelajari dan dipraktikan.
Untuk menerapkan metode presentasi ini, tentu para peserta didik sebelumnya melakukan praktik pembelajaran sebuah materi. Sedangkan guru menginstruksikan apa saja yang dibutuhkan siswa untuk melakukan presentasi tersebut. Perlu dipahami bahwa presentasi merupakan kegiatan siswa atau sekelompok siswa yang memaparkan atau mendesripsikan hasil riset, kegiatan belajar, kegiatan kelompok, dan sebagainya yang dilakukan di hadapan guru atau seluruh siswa di kelas.
Dalam presentasi, siswa menjelaskan hasil kegiatannya agar diketahui oleh seluruh siswa atau untuk dinilai oleh guru. Sebagai itu, sebagai fasilitator, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para guru jika akan menerapkan metode ini, baik sebelum presentasi, ketika presentasi, dan setelah presentasi.
Pertama tahap sebelum presentasi, guru memberikan tugas dalam lembar kerja berisi instruksi atau panduan. Panduan yang diberikan dapat juga berupa pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh siswa atau kelompok. Selain itu, guru juga menentukan jadula kegiatan, batas akhir kegiatan, dan jadual presentasi. Apabila berupa tugas kelompok, guru menentukan jumlah atau anggota kelompok.
Guru juga menjelaskan kriteria penilaian presentasi, misalnya: dalam pembukaan, siswa menjelaskan maksud dan tujuannya dengan jelas (misal nilai 10%). Isi yang disampaikan sistematis dan jelas atau bisa dipahami. Instruksi atau pertanyaan-pertanyaan inti dijawab dengan baik (50%). Dalam menjelaskan, kelompok menunjukkan alat peraga, bukti atau contoh-contoh, dan sebagainya yang membantu siswa laim memahami hasil kegiatan mereka (30%). Adapun dalam penutup, perwakilan dari kelompok menyampaikan kesimpulan atau harapan dan salam penutup (10%).
Kedua tahap saat terjadi presentasi, guru mencatat kekurangan, kesalahan, kelebihan atau hal-hal baik yang telah dicapai oleh siswa. Para siswa mencatat hal-hal penting dan menyiapkan pertanyaan untuk siswa/kelompok atau untuk guru. Guru dapat pula memberikan lembar kerja berupa pertanyaan kepada siswa lain yang menyimak jalannya presentasi.
Ketiga tahap setelah presentasi, guru mempersilakan siswa untuk bertanya dan kelompok menjawab. Guru dapat pula memberikan poin tambahan kepada siswa lain (yang bukan kelompok) yang dapat menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada kelompok. Di akhir pelajaran, guru membacakan catatannya berupa kelebihan dan kekurangan atau pujian kepada kelompok. Guru dapat juga memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum keseluruhan presentasi sebagai tugas atau pekerjaan rumah.
Untuk memberikan motivasi sekaligus inspirasi kepada seluruh siswa, guru hendaknya melakukan evaluasi secara komprehensif agar aktualisasi siswa dalam bentuk presentasi bisa mencapai level terbaik. Guru harus menekankan bahwa kebebasan bereskpresi dan berpikir adalah hak para siswa ketika sedang presentasi. Hal ini tentu harus didukung oleh data-data dan argumentasi yang kuat.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh terkait dengan metode ini yaitu, ketika siswa melakukan presentasi, sesungguhnya mereka belajar berbagai hal, di antaranya: pertama, membahas materi atau permasalahan agar siswa lain mengetahui atau memahami pokok masalah dari riset materi yang telah dilakukan. Kedua, siswa dapat memaparkan, mendeskripsikan, merumuskan, menyimpulkan, atau mengevaluasi materi, teori, praktik, dan hasil kegiatan belajarnya. Ketiga, presentasi dapat menjadi ajang siswa untuk memprkuat kapasitasnya, menumbuhkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan verbal, dan melatih cara berpikir kritis dengan berbasis data.

Fathoni Ahmad, Pengajar di STAINU Jakarta.

Reaksi:

About Author

Advertisement

Posting Komentar

 
Top
 
Selamat datang di Web Resmi Madrasah Ibtidaiyah Al Raudlah....... Terima Kasih Atas Kunjungan Anda........